GM1648186Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak salah satunya dengan menyusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal (MRMN). MRMN merupakan sinergi dalam sistem rujukan, mencakup manajemen/program, pelayanan klinis, pembiayaan, informasi, dan transportasi. Beberapa kabupaten/kota seperti Papua, Kalimantan, dan Yogyakarta telah mempunyai MRMN, MRMN yang ada disusun atas hasil kerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK - KMK Universitas Gadjah Mada.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak adalah menyusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal (MRMN). MRMN merupakan sinergi dalam sistem rujukan, mencakup manajemen/program, pelayanan klinis, pembiayaan, informasi, dan transportasi. Beberapa kabupaten/kota seperti Papua, Kalimantan, dan Yogyakarta telah mempunyai MRMN, MRMN yang ada disusun atas hasil kerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK - KMK Universitas Gadjah Mada. 

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih memisahkan urusan kesehatan dengan keluarga berencana. Akibatnya, pemrograman, perencanaan, dan penganggaran kegiatannya menjadi terpisah sehingga kurang efektif dan efisien. Hal tersebut diperparah dengan keterbatasan kapasitas pengelola program dalam menyusun perencanaan dan penganggaran berbasis bukti. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan integrasi perencanaan dan penganggaran Kesehatan Ibu dan KB Berbasis Hak menjadi alternatif solusi.

Malnutrisi pada anak- anak tetap sangat lazim di negara - negara berpenghasilan rendah, dan pengurangan stunting di bawah 5 tahun 40% adalah Target Global WHO 2025. Hal yang mengecewakan, meta-analisis intervensi gizi intensif mengungkapkan bahwa mereka umumnya memiliki kemanjuran rendah dalam meningkatkan pertumbuhan. Lingkungan yang tidak higienis juga berkontribusi terhadap kegagalan pertumbuhan, tetapi manfaat WASH yang besar dan percobaan SHINE untuk peningkatan air, sanitasi dan kebersihan (WASH) baru-baru ini melaporkan tidak ada manfaat bagi pertumbuhan anak.

SELENGKAPNYa 

Tujuan Pembangunan Keluarga menurut Undang - Undang 52 Tahun 2009 adalah meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin keluarga merupakan komponen terkecil dan menjadi pilar utama dalam pembangunan keluarga. Sebagai gambaran di D. I. Yogyakarta untuk kasus perceraian pada 2015 sebanyak 5.221 kasus, untuk 2016 terjadi 5.492 kasus. Kasus kekerasan perempuan dan anak pada 2015 terjadi 1.497 kasus, sedangkan 2016 terjadi kasus kekerasan perempuan dan anak sebanyak 1.527.

Pada umumya pasangan yang menikah berkeinginan hidup bahagia, jauh dari masalah yang menguras pikiran dan tenaga agar kesehatan mental tetap terjaga. Namun faktanya banyak masalah sosial yang melibatkan individu - individu dan berakar pada lingkungan keluarga yang kurang mendukung. Banyak kasus yang terjadi di Yogyakarta berakar pada kondisi keluarga yang tidak optimal.

Page 1 of 6