GM1648186Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak salah satunya dengan menyusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal (MRMN). MRMN merupakan sinergi dalam sistem rujukan, mencakup manajemen/program, pelayanan klinis, pembiayaan, informasi, dan transportasi. Beberapa kabupaten/kota seperti Papua, Kalimantan, dan Yogyakarta telah mempunyai MRMN, MRMN yang ada disusun atas hasil kerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK - KMK Universitas Gadjah Mada.

Kaum perempuan, khususnya para ibu, menjadi korban terbanyak saat bencana melanda. Sedangkan, ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan ketika bencana datang.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Lilik Kurniawan mengatakan, biasanya para ibu akan menutup kesempatan menyelamatkan diri untuk menyelamatkan anaknya sendiri.

"Kalau kita lihat memang sifatnya ibu melindungi anak. Kemarin melihat kejadian-kejadian bencana longsor, korbannya ibu dan anak," kata dia di Kantor BMKG, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2019.

Khusus ibu hamil, ia mengatakan masuk ke dalam kelompok rentan. Mereka akan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelamatkan diri saat bencana.

Masalah akan timbul jika orang-orang yang membantu ibu hamil ini tidak ada. Maka dari itu, Lilik mendorong dilakukannya pendidikan khusus bagi para ibu, terutama ibu hamil.

"Mereka akan ditempatkan menjadi fokus untuk mitigasi bencana. Mulai dari perkumpulan wanita hingga turun ke tingkat seperti desa akan menjadi tempat penyebaran informasi kebencanaan. Karena, biasanya informasi akan sulit didapatkan bagi kaum ibu," jelasnya.

Ia pun berharap informasi mengenai kebencanaan bisa disebarluaskan melalui percakapan sehari-hari. "Ketemu bisa obrolin seperti kalau ada gempa aku tinggal di rumahmu, ya, misalnya. Kita harapkan masyarakat mengetahuinya dan menyebarluaskan rencana informasi yang masuk," ujar Lilik.


Sumber: https://www.viva.co.id/

Jakarta - Tahu diri ini hamil pasti rasanya happy. Selamat datang masa-masa awal kehamilan atau biasa disebut hamil muda. He-he-he. Namun, selama melewati masa tersebut, ada berbagai keluhan.

Misalnya saja Bunda jadi sulit tidur di malam hari alhasil di siang harinya ngantuk berat. Semua perubahan fisik yang dialami wanita di awal kehamilan membuat 8 dari 10 wanita mengalami masalah tidur selama kehamilan.

Nah, ada beberapa keluhan lainnya yang umum ibu hamil alami di trimester pertama. Apa saja? Berikut rinciannya dan beberapa tips mengatasinya seperti dituliskan Postpartum Doula, Sasha Romary, di Motherly:

"Orang yang paling rentan terkena penyakit karena polusi nomor satu itu anak-anak, bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),"

Jakarta  - Anak-anak dan ibu hamil menjadi kelompok yang paling rentan pertama dan kedua terkena penyakit akibat polusi udara baik yang bersumber dari transportasi, emisi pabrik, maupun kebakaran hutan.

"Orang yang paling rentan terkena penyakit karena polusi nomor satu itu anak-anak, bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena kalau terjadi iritasi, tenggorokan alami peradangan, infeksi, jadi ISPA, itu dampak akut yang paling sering muncul," kata Ketua Departemen Paru Fakultas Kedokteran UI RSUP Persahabatan DR dr Agus Dwi Susanto Sp.P(K), FAPSR, FISR saat dihubungi di Jakarta.

Sebanyak 2.200 ibu hamil dan keluarganya yang menunggu kelahiran di puskesmas di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur memakai Rumah Tunggu Bersalin.

Fasilitas itu dibangun oleh Lembaga Badan Pertimbangan Kesehatan Daerah (BPKD) Kabupaten Manggarai Barat tanpa membebani APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Rumah tunggu di sekitar puskesmas dibangun atas swadaya dan inisiatif dari BPKD.

Sebagian juga dibangun oleh pemerintah, namu sarana di dalamnya seperti tempat tidur, kasur, dan lain sebagainya tetap dibantu oleh lembaga tersebut.

Page 1 of 20