GM1648186Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak salah satunya dengan menyusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal (MRMN). MRMN merupakan sinergi dalam sistem rujukan, mencakup manajemen/program, pelayanan klinis, pembiayaan, informasi, dan transportasi. Beberapa kabupaten/kota seperti Papua, Kalimantan, dan Yogyakarta telah mempunyai MRMN, MRMN yang ada disusun atas hasil kerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK - KMK Universitas Gadjah Mada.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak adalah menyusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal (MRMN). MRMN merupakan sinergi dalam sistem rujukan, mencakup manajemen/program, pelayanan klinis, pembiayaan, informasi, dan transportasi. Beberapa kabupaten/kota seperti Papua, Kalimantan, dan Yogyakarta telah mempunyai MRMN, MRMN yang ada disusun atas hasil kerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK - KMK Universitas Gadjah Mada. 

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih memisahkan urusan kesehatan dengan keluarga berencana. Akibatnya, pemrograman, perencanaan, dan penganggaran kegiatannya menjadi terpisah sehingga kurang efektif dan efisien. Hal tersebut diperparah dengan keterbatasan kapasitas pengelola program dalam menyusun perencanaan dan penganggaran berbasis bukti. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan integrasi perencanaan dan penganggaran Kesehatan Ibu dan KB Berbasis Hak menjadi alternatif solusi.