Apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengadaptasi pendekatan PBB di kabupaten anda?

Siapa saja yang terlibat?

Seperti halnya pendekatan perencanaan yang lain, pendekatan ini cocok dikelola oleh SDM di bidang perencanaan kesehatan, walaupun tidak menutup kemungkinan dipelajari oleh staf di bidang lainnya. Implementasi di tingkat kabupaten membutuhkan sebuah tim khusus yang bertugas mengembangkan pendekatan ini.

Tim PBB idealnya terdiri dari:

  1. Kepala Dinas Kesehatan
  2. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) tingkat kabupaten
  3. Kepala dan staf bidang perencanaan Dinkes Kabupaten
  4. Kepala dan staf bidan sosial budaya Bappeda Kabupaten
  5. Kepala dan staf bidang kesehatan keluarga Dinkes Kabupaten
  6. Kepala dan staf bidang pelayanan kesehatan RSUD
  7. Kepala dan staf bidang KIA Dinkes Kabupaten (nama bidang dapat berbeda, tergantung dari struktur yang ada di masing-masing Dinkes Kabupaten)
  8. Direktur rumah sakit daerah
  9. Kepala dan staf bidang perencanaan RSUD
  10. Kepala dan staf bidang pelayanan kesehatan RSUD
  11. Staf akademik dari universitas lokal (dapat berperan sebagai konsultan yang membantu dan mendampingi dalam analisis data dan telaah ilmiah intervensi yang dipilih)

Kapan implementasi pendekatan PBB dimulai?

PBB merupakan sebuah pendekatan perencanaan kesehatan, oleh karena itu implementasi PBB sebaiknya dilakukan sejalan dengan alur perencanaan kesehatan yang berlaku di kabupaten anda.

Berikut kami sertakan contoh alur perencanaan di provinsi Papua:

gb4

Apabila kita mengacu pada contoh diagram alur perencanaan provinsi Papua di atas, maka dapat terlihat bahwa perencanaan kesehatan idealnya sudah dipersiapkan sejak bulan Desember. Persiapan yang krusial dilakukan adalah mengumpulkan data epidemiologis. Tidak semua Dinas Kesehatan Kabupaten memiliki sistem pencatatan dan pelaporan yang baik. Staf yang diberikan tugas untuk menyusun perencanaan akan lebih baik jika dapat bekerja sama dengan bidang lain untuk mencari data KIA dan data lain yang terkait. Jika data lokal tidak tersedia, staf perencana dapat mempersiapkan data tingkat provinsi ataupun data hasil penelitian (termasuk survey).

Selama bulan Januari tim perencana kesehatan bekerja bersama untuk menyiapkan grafik bottleneck dan analisis bottleneck sebagai dasar penyusunan strategi. Strategi yang disusun nantinya akan diprioritaskan sesuai langkah alur kerja PBB (lihat kembali bagian Metode). Strategi prioritas yang dipilih akan dihitung secara detail biayanya, kemudian strategi tersebut akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan.

Pentingnya Upaya Advokasi

Peran tim perencanaan tidak berhenti sampai dengan memasukkan strategi ke dalam dokumen perencanaan. Tim PBB terus berupaya memastikan agar strategi berbasis bukti yang telah dihasilkan dapat dipertahankan di setiap proses perencanaan. Ketrampilan advokasi sangat diperlukan dalam upaya mempertahankan strategi. Advokasi sering kali belum dilakukan oleh tim perencanaan kesehatan di tingkat kabupaten, padahal upaya ini dibutuhkan bukan hanya untuk memastikan strategi yang disusun dapat dipertahankan, tetapi juga sebagai upaya mengkomunikasikan program KIA dan kesehatan pada umumnya kepada pembuat kebijakan.

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskesrural  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates