E. Pemecahan Masalah

  1. Menentukan strategi untuk mengatasi masalah dalam sistem kesehatan

    Menyarankan Strategi

    Setelah hambatan dapat diidentifikasi melalui analisis bottleneck, kita akan bersama-sama merumuskan strategi untuk mengurangi atau mengatasi hambatan tersebut. Strategi bukanlah 'daftar keinginan'. Strategi akan dihitung biayanya sehingga strategi tersebut harus bisa dideskripsikan dengan baik. Strategi dapat mencakup strategi tingkat regional dan nasional. Ketika menyusun strategi mungkin akan membantu untuk mempertimbangkan:


    • Kemampuan strategi untuk memecahkan masalah
    • Relevansi strategi untuk kondisi di distrik tersebut
    • Apakah manfaat dari strategi mungkin melebihi biaya yang dikeluarkan
    • Apakah strategi tersebut dapat mengatasi masalah di masyarakat yang miskin dan rentan
    • Apakah strategi yang disarankan termasuk user-friendly - yaitu orang-orang dalam sistem perawatan kesehatan harus memiliki kompetensi untuk menggunakan strategi
    • Seberapa baik strategi sesuai dengan kebijakan dan budaya
    • Kerangka waktu untuk implementasi strategi

Beberapa contoh strategi:

Permasalahan

Strategi

Komponen:

Utilisasi/Keberlanjutan

Kurangnya pengetahuan masyarakat  akan perilaku hidup bersih dan kurangnya pengaruh tokoh masyarakat

Kurangnya pengetahuan mengenai asuransi seperti jaminan kesehatan

Kerjasama antara tokoh agama/masyarakat dan bidan

 

Meningkatkan paket makanan tambahan sebagai insentif bagi ibu-ibu yang membawa anaknya ke Posyandu

 

Merekrut dan memberikan pelatihan serta insentif untuk Bidan dan Kader MTBS

 
  1. Menentukan target peningkatan cakupan

    Strategi yang disusun pada langkah E.1 bertujuan untuk mengurangi hambatan dalam system kesehatan sehingga cakupan masing-masing komponen bottleneck bisa meningkat. Oleh karena itu pembaca diminta untuk menentukan target peningkatan cakupan yang ingin dicapai apabila strategi tersebut dilaksanakan dengan baik. Penentuan target juga tergantung dari strategi yang dipilih selain gambaran trend perkembangan kasus yang ditunjukkan dari data dan informasi yang ada.

    Target cakupan merupakan besarnya capaian yang akan kita lakukan menggunakan strategi yang kita buat. Capaian target cakupan dibuat berdasarkan diskusi kelompok dan perhitungan berdasarkan kebutuhan untuk mengatasi sumbatan seperti yang dihasil pada grafik bottleneck.

    Tujuan menentukan target cakupan adalah:
    1. Menetapkan besaran target cakupan
    2. Menetapkan target cakupan jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang

    Target yang ingin dicapai biasanya berbentuk presentase. Angka persenstase ini dihasilkan dari kesepakatan kelompok dan dasar perhitungan kebutuhan dari strategi yang dibuat. Target cakupan diperkirakan bisa berdasarkan pertimbangan:
    1. Strategi yang dibuat
    2. Waktu pelaksanaan strategi
    3. Studi strategi yang pernah dilakukan
    4. Biaya strategi yang dibuat

    Contoh menetapkan target cakupan.
    Rekrutmen bidan 10 bidan untuk tahun ini. Total kebutuhan bidan 100 bidan dan sekarang tersedia 50 bidan. Jadi target cakupan tersebut untuk tahun ini adalah 20% sehingga target cakupan menjadi 70%.

 gb2

Gambar di atas menunjukkan warna kuning merupakan perkiraan target peningkatan cakupan setelah melaksanakan strategi yang dibuat.

Pembaca diajak untuk memperkirakan pencapaian target cakupan untuk jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang sesuai dengan strategi yang dibuat.

  1. Memperkirakan biaya untuk masing-masing strategi

    Perkiraan biaya dilakukan dengan menghitung secara kasar komponen dari strategi yang disusun pada langkah E.1.

    Tujuan dari penghitungan biaya adalah:
    1. Mengetahui konsep biaya dan investasi (modal)
    2. Memperkirakan besaran biaya untuk setiap strategi yang dibuat
    3. Memperkirakan total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan

    Perkiraan besaran biaya setiap strategi berdasarkan estimasi standar biaya yang ditetapkan oleh kementrian keuangan, standar biaya yang ditetapkan oleh kebupaten/kota, standar harga pasar serta estimasi atau perkiraan oleh tim perencana.

Contoh tabel perkiraan:

Problems

Strategies

Activities

Costing

Utilisasi/Keberlanjutan

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup sehat (kepercayaan kuat pada tokoh masyarakat/agama)

Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan asuransi kesehatan untuk persalinan (Jampersal) dan transportasi/akomodasi (Jamkespa)

Kerjasama antara tokoh masyarakat dan bidan (termasuk bidan koordinator)

Mini workshop setiap 3 bulan untuk setiap puskesmas

Rp 10.000

Memberikan paket PMT agar ibu lebih tertarik untuk membawa anaknya ke pos imunisasi

Kegiatan Posyandu

Rp 50.000

Merekrut, memberikan pelatihan serta insentif untuk kader & pelatihan MTBS-M sebagai pengganti sementara bidan dan meningkatkan mekanisme komunikasi dari desa ke bidan

Pelatihan MTBS-M

Rp 60.000

 

Lembar kerja 4 

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskesrural  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates