C. Membuat Grafik Bottleneck Sesuai dengan Intervensi yang Dipilih

Membuat Grafik Bottleneck atau Grafik Sumbatan

Berikut ini kami berikan contoh analisis hambatan di dalam sistem kesehatan. Analisis hambatan dibuat dengan menggunakan kerangka analisis bottleneck. Kerangka analisis bottleneck ini pertama kali diperkenalkan oleh Tanahashi (1978) yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh UNICEF

gb1

Gambar di atas menunjukkan dua komponen penting dalam sistem kesehatan yaitu sis: (1) suplai dan (2) demand/permintaan. Kedua komponen ini akan menentukan kualitas intervensi atau layanan yang didapatkan oleh populasi target.

Sisi suplai dapat dibagi menjadi 3 aspek:

  1. Suplai, yaitu semua peralatan medis dan obat-obatan esensial yang dibutuhkan untuk memberikan intervensi kesehatan yang dimaksud
    Contoh: Untuk memberikan layanan PONEK, maka dibutuhkan semua peralatan untuk PONEK, dan obat-obatan serta suplai oksigen. Fasilitas PONEK yang lengkap juga harus tersedia, termasuk kamar operasi dan bank darah
  2. Sumber daya manusia, yaitu semua tenaga kesehatan yang harus tersedia untuk memberikan layanan kesehatan tertentu
    Contoh: Tim PONEK harus siap siaga selama 24 jam penuh, termasuk spesialis Obsgin, anestesi, perawat dan bidan. Fasilitas PONEK juga harus memiliki tim pendukung yang dapat mengoperasikan bank darah.
  3. Akses, yaitu hal-hal yang mempengaruhi tercapainya layanan kesehatan oleh masyarakat yang akan menggunakan layanan tersebut. Aksesibilitas dapat berupa akses fisik maupun akses finansial
    Contoh: Untuk intervensi PONEK, fasilitas PONEK harus dapat dicapai oleh ibu hamil tepat waktu untuk persalinan / operasi. Layanan PONEK juga harus terjangkau secara finansial, atau dengan kata lain, skema pendanaan harus tersedia bagi masyarakat tidak mampu agar dapat menggunakan layanan PONEK tersebut

Sisi permintaan terdiri atas:

  1. Penggunaan Pertama, yaitu penggunaan oleh populasi target
    Contoh: Untuk intervensi antenatal, jika semua peralatan, obat dan tenaga kesehatan telah tersedia untuk memberikan layanan antenatal, maka populasi target (yaitu ibu hamil) diharapkan akan menggunakan layanan tersebut. Sisi "permintaan" ini bergantung pada penggunaan oleh pasien/masyarakat
  2. Penggunaan berkelanjutan, yang menunjukkan apakah layanan kesehatan digunakan secara terus-menerus oleh populasi target
    Contoh: untuk layanan antenatal, ibu hamil diharapkan datang secara berkala untuk mendapatkan layanan dan datang dalam interval waktu yang ditentukan. Jika kunjungan antenatal, misalnya, dilakukan kurang dari 4 kali selama kehamilan, maka keberlangsungan penggunaan layanan ini dinilai tidak mencukupi.

Layanan yang diberikan ke populasi target harus efektif dan berkualitas. Setiap komponen dalam grafik bottleneck harus ditelaah menggunakan indikator-indikator.

Berikut ini adalah contoh grafik bottleneck yang telah disusun oleh salah satu kabupaten di provinsi Papua:

Contoh Grafik Bottleneck

Grafik di atas menunjukkan analisis bottleneck untuk intervensi imunisasi. Berdasarkan contoh gambar grafik bottleneck di atas, berikut beberapa points yang bisa kita pelajari:

  1. Suplai, indikator: % persediaan yang berupa fasilitas kesehatan yang tidak pernah kehabisan stok vaksin dan alat suntik selama 6 bulan terakhir panahkk dari perhitungan indikator ini kita bisa mengetahui bahwa Kabupaten X memiliki persediaan 100%
  2. Staf, indikator: % ketersediaan bidan desa sesuai dengan kebutuhan  hanya mencapai < 20%
  3. Akses, indikator: % rumah tangga yang memiliki akses ke fasilitas kesehatan yang menyediakan EPI dalam jarak yang dapat diterima  dapat mencapai 95%
  4. Penggunaan, indikator: % bayi yang mendapatkan imunisasi campak. Penggunaan cakupan imunisasi campak dianggap dapat merepresentasikan kelengkapan imunisasi dasar yang diterima oleh semua bayi dalam populasi  hanya mencapai 38%
  5. Keberlangsungan penggunaan, indikator: % bayi yang mendapatkan imunisasi DTP3  cakupannya hanya mencapai 18%
  6. Kualitas, indikator: % bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap  mencapai kurang dari 5%.

Berdasarkan uraian "proses membaca" grafik bottleneck, kita dapat melihat bahwa terdapat hambatan yaitu kurangnya tenaga kesehatan dalam hal ini bidan jika dibandingkan dengan kebutuhan. Walaupun fasilitas kesehatan dapat dijangkau oleh masyarakat (akses 95%), namun karena jumlah tenaga bidan sangat kurang, maka cakupan dan kualitas pelayanan imunisasi masih tergolong rendah (penggunaan, keberlangsungan penggunaan dan kualitas).

Analisis bottleneck ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk mengidentifikasi hambatan di sistem kesehatan dengan lebih sistematis. Pembaca akan diajak untuk membuat grafik bottleneck secara mandiri dalam poin C.

Grafik bottleneck adalah grafik yang merepresentasikan enam komponen sistem kesehatan berdasarkan kerangka pola pikir yang dikembangkan oleh Tanahashi (1978). Enam komponen tersebut antara lain: (1) Persediaan, (2) Sumber daya manusia, (3) Akses ke fasilitas kesehatan, (4) Utilisasi/ penggunaan oleh masyarakat, (5) Keberlangsungan penggunaan, dan (6) Kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Apabila kita melihat pada contoh grafik pada kerangka pikir bottleneck, maka point penting yang perlu dipahami pembaca adalah menentukan indikator untuk masing-masing komponen bottleneck.

Berikut adalah contoh indikator yang dapat digunakan untuk membuat grafik bottleneck dengan intervensi:

Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)

Komponen

Indikator

Suplai

% Ketersediaan PONEK set (instrumen operasi, transfusi darah)

Sumber Daya Manusia

% SDM (tim PONEK) yang telah dilatih

Akses

% Ibu hamil yang dapat mengakses Rumah Sakit PONEK

Utilisasi / Penggunaan Pertama

% Ibu hamili berisiko tinggi rujukan yang ditangani di Rumah Sakit PONEK

Kontinuitas

% Ibu hamili berisiko tinggi rujukan yang ditangani di Rumah Sakit PONEK

Kualitas

% Ibu hamil dengan komplikasi obstetrik yang brehasil ditangani di Rumah Sakit PONEK

Setelah melihat contoh indikator intervensi PONEK, pembaca dapat mengikuti petunjuk berikut untuk membuat grafik bottleneck secara mandiri:

  1. Tuliskan intervensi terpilih untuk setiap level pelayanan yang dihasilkan dari sesi 3
  2. Grafik bottleneck akan dibuat untuk masing-masing intervensi pilihan tersebut
  3. Tentukan indikator untuk masing-masing komponen grafik bottleneck menggunakan data yang sesuai dengan konteks lokal daerah
  4. Pertimbangan untuk pemilihan indikator:
    1. dapat menjelaskan kondisi masing-masing komponen bottleneck: supply, human resource, access, utilization, continuity, quality
    2. tersedia data yang valid untuk membuat indikator tersebut
  5. Gunakan file Excel Bottleneck graph template.xls yang telah disiapkan untuk membuat grafik bottleneck.
  6. Jangan lupa untuk melihat kembali masing-masing indikator, apakah sudah tepat dan diisi dengan data yang berkualitas baik (dapat divalidasi)

Informasi Grafik Bottleneck

mrsmpkkmrsbencanamjkmjkmjkdeskesrural  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates