
Gerakan anti imunisasi yang merebak di internet berpotensi memberikan informasi yang salah kepada orang tua dan mengancam Program Imunisasi Nasional (PIN). Ironinya, saat ini cakupan imunisasi masih di bawah target (silahkan cek laporan WHO tentang imunisasi di Indonesia). Selain itu, sepanjang tahun 2011 masih terdapat lebih dari 21 juta kasus campak pada anak-anak di negri ini.
Hal ini sangat disayangkan, karena imunisasi jelas mengurangi angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi pada anak. Di samping itu, dengan imunisasi efek samping atau Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) jauh lebih kecil dibandingkan dengan resiko terkena penyakit apabila tidak diimunisasi sama sekali. Center for Disease Control (CDC) telah meneliti berbagai KIPI dan dalam laporannya, statistik menunjukan bahwa kegunaan vaksin melebihi kecilnya efek samping vaksin itu sendiri. Satu lagi artikel menarik tentang tidak akuratnya bukti gerakan anti vaksin dapat diakses di sini.
















