Friday, August 22, 2014

Kesimpulan dan rencana tindak lanjut

Kesimpulan

Perencanaan Berbasis Bukti Memberikan Nilai Tambah Dalam Model Perencanaan Program KIA Yang Telah Ada Saat ini, antara lain:

  1. PBB mengedepankan pentingnya menggunakan intervensi yang telah terbukti dapat mengatasi penyebab langsung kematian ibu dan anak
  2. Pendekatan analisis bottleneck dapat memberikan gambaran kuantitatif penerapan sebuah intervensi serta hambatan yang ditemukan dalam sistem kesehatan. Sebagian data dapat digunakan sebagai alat monitoring UPK4.
  3. PBB dapat memberikan gambaran besaran anggaran yang dibutuhkan untuk meningkatkan intervensi dengan tingkat efikasi yang tinggi.
  4. PBB dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki alokasi sumber daya dengan cara memilih prioritas investasi kesehatan.
  5. PBB dapat membantu menyempurnakan implementasi DTPS yang ada saat ini dengan penekanan pada penggunaan intervensi yang berbasis bukti.

Pelajaran Yang Dapat Ditarik Dari Pendekatan PBB:

  1. Diperlukan sebuah jaringan kesehatan ibu dan anak sebagai partner kunci dalam mengimplementasikan PBB. Jaringan KIA ini mencakup lintas sektor sampai dengan dokter spesialis di RSUD.
  2. Kepemimpinan Dinas Kesehatan dan komitmen Bappeda dalam melakukan proses perencanaan dan penganggaran merupakan hal yang penting
  3. Pejabat pemerintah yang terlibat dalam proses PBB harus mempunyai otoritas dan kemampuan untuk memasukkan strategi hasil PBB ke dalam proses Musrenbang.
  4. Tersedianya data lokal dan nasional yang berkualitas baik merupakan hal yang mutlak.
  5. Mutasi staf yang sering terjadi dapat mengurangi efektivitas implementasi PBB dalam perencanaan dan penganggaran di tingkat kabupaten.
  6. Tim PBB di tingkat kabupaten SEBAIKNYA DIDAMPINGI FASILITATOR yang siap membantu dalam setiap tahap PBB.

photoFoto Fasilitator papua

Siapa Para Fasilitator Tersebut?

  1. Tenaga jabatan fungsional di tingkat propinsi yang telah dilatih pendekatan PBB (posisi sebagai fasilitator tingkat provinsi)
  2. Dosen dan Akademisi
  3. Konsultan swasta
  4. LSM

Tugas Fasilitator dalam perencanaan Investment Case

  1. Memfasilitasi pemilihan sumber dana potensial dari daerah untuk mempengaruhi perencanaan dan penganggaran di pusat, propinsi, dan kab/kota
  2. Membantu integrasi pendekatan PBB dalam proses perencanaan dan penganggaran saat ini
  3. Fasilitator bekerja dalam kelompok, satu kelompok memiliki komposisi yang terdiri dari ahli KIA, manajemen data, dan manajemen kesehatan.

TINDAK LANJUT

  1. Diharapkan perencanaan dan penganggaran kesehatan di Kab/Kota dapat mengadopsi pendekatan perencanaan berbasis bukti (PBB)
  2. PBB dikembangkan secara open-system dalam proses perencanaan dan penanggaran di tingkat kabupaten/ kota
  3. Perlu mengembangkan sejumlah fasilitator/ technical assistance (TA) yang bertugas untuk mendampingi dan terus mengembangkan pendekatan PBB di tingkat kabupaten.
  4. Melembagakan kegiatan fasilitator dengan dana yang tersedia setiap tahun (misal dengan menggunakan dana dekonsentrasi).
  5. Dana ini diharapkan akan komplemen dengan anggaran Perencanaan Mikro PKM dari BOK

blendedkia

Penyusunan Dokumen Kebijakan

2930

video-paket-kia

exit

Perencanaan Berbasis Bukti

pbb

lapkpbb

dokpp

Website Terkait

chpmmutuu

Facebook Page