PKMK – Jakarta. Pertemuan penyusunan perjanjian kerja sama direktorat jenderal kesehatan masyarakat dan perguruan tinggi dalam rangka percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2, 3, 5, dan 6 dimulai dengan sambutan dari dr. Kirana Pritasari, MQIHselaku Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan. dr. Kirana menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang berada pada tahap pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) pada tahun 2030 yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan, menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi manusia yang tinggal di dalamnya. Indonesia sangat berkomitmen untuk dapat mencapai agenda SDGs tersebut. 

Peneliti PKMK berkesempatan mengikuti acara ini, simak laporan SELENGKAPNYA DI SINI.


Yogyakarta 05 April 2018, kesehatan-ibuanak.net - Pelaksanaan seminar kepemimpinan kolektif pada hari kedua dibuka dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh dr Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) yang juga merupakan seorang Bupati Kulon Progo. Hasto memaparkan “Peran sentral pengelolaan KIA terkait leadership-nya’. KIA di indonesia masih menjadi permasalahn besar, dan merupakan indikator pembangunan sebuah wilayah sehingga dibutuhkan peran sentral dari pemimpin wilayah dalam pengelolaan KIA. Hasto  juga menyampaikan data AKI-AKB yang ada di Kulon Progo, yang juga mengalami kenaikan dan penurunan seperti wilayah lainnnya. Permasalahan yang ada di Kulon Progo tercatat terdapat kasus yang dapat dicegah dan tidak dapat dicegah.


Yogyakarta, 4 April 2018 [kesehetan-ibuanak] -Tingginya angka kematian ibu dan neonatal di Indonesia menjadi isu kunci dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Saat ini, kasus kematian tidak terjadi di rumah atau di fasilitas kesehatan tingkat primer, namun yang terjadi adalah banyaknya kematian di rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya akses menuju ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut sudah cukup baik. Dalam pembukaan seminar pada  hari pertama, Prof.dr.Laksono Trisnantoro, MSc, PhD menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif dan tata kelola dalam pelayanan KIA dimana tenaga medis terutama dokter spesialis obsgyn dan spesialis anak, harus menjadi pelaku utamanya. Laksono berharap output dari kegiatan ini adalah munculnya usulan Plan of Action (PoA) dari peserta untuk mendukung strategi tepat dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi.