Di Australia, banyak unit persalinan kecil telah ditutup dalam beberapa tahun terakhir, berhubungan dengan hasil yang merugikan termasuk peningkatan jumlah bayi yang lahir sebelum kedatangan ke rumah sakit. Bersamaan dengan hal tersebut, kebijakan nasional dan dokumen perencanaan mempromosikan penyediaan layanan persalinan pedesaan dan terpencil yang berkelanjutan, mengartikulasikan maksud strategis untuk layanan memberikan perawatan yang responsif. Tujuan dari makalah ini untuk berkontribusi pada penjelasan mengapa tujuan strategis ini tidak terwujud, dan untuk menyelidiki utilitas alat perencanaan berbasis bukti (Toolkit) untuk membantu dengan layanan perencanaan untuk mewujudkan maksud ini.

SELENGKAPNYa 

Para ibu sangat bergantung pada saran yang diberikan oleh Pekerja Kesehatan (Health Workers / HWs) tentang praktik-praktik Bayi dan Anak-Anak yang Tepat (Infants and Young Children Feeding/ IYCF) yang sesuai. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan HW memainkan peran penting dalam promosi efektif praktik IYCF yang direkomendasikan. Namun, bukti dalam literatur menyoroti bahwa HW tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang praktik pemberian makan pada anak yang direkomendasikan.

SELENGKAPNYA

 


Diselenggarakan oleh
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada
Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI

Kamis - Sabtu, 25 - 27 Oktober 2018 

Selama hamil, produksi darah dan cairan meningkat hingga 50 persen. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan bayi. Pembengkakan yang disebut juga dengan edema ini biasanya terjadi pada wajah, tangan, lengan hingga kaki.

Meningkatnya darah dan cairan dalam tubuh juga berfungsi untuk membantu mempersiapkan sendi panggul saat nanti persalinan. Cairan tersebut menyumbang sekitar 25 persen berat perempuan saat hamil.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, dimana hal ini masih menjadi masalah kesehatan yang dominan di Indonesia. Pada 2019, pemerintah berencana melakukan upaya dalam mengurangi stunting melalui berbagai agenda dan intervensi efektif guna menghasilkan konsumsi gizi adekuat, pola asuh tepat dan pelayanan kesehatan serta kesehatan lingkungan yang baik. Berikut adalah dokumen perencanaan program prioritas nasional tahun 2019 dalam mengurangi stunting yang disusun oleh Pungkas Bahjuri Ali, sebagai Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas. Dokumen ini memuat draft rancangan kerja pemerintah (RKP) tahun 2019 yang memasukkan proyek pengurangan stunting disertai dengan daftar intervensi spesifik disertai rencana pembiayaan serta monitoring dan evaluasinya.

SELENGKAPNYA

Page 1 of 3