Jakarta - Sebagian besar orang tua yang merokok selalu berdalih, 'saya tidak merokok di depan anak-anak'. Namun perlu diketahui bahwa merokok di depan anak ataupun tidak, rokok tetap menjadi persoalan yang mengancam jiwa. 

Para dokter mengenalnya dengan istilah third hand smoker. Dokter spesialis anak, Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA (K), mejelaskan bahwa meski orang tua tidak pernah merokok di depan anak, residu asap yang tertinggal di baju menjadi ancaman bagi anak.

PKMK – Jakarta. Pertemuan penyusunan perjanjian kerja sama direktorat jenderal kesehatan masyarakat dan perguruan tinggi dalam rangka percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2, 3, 5, dan 6 dimulai dengan sambutan dari dr. Kirana Pritasari, MQIHselaku Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan. dr. Kirana menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang berada pada tahap pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) pada tahun 2030 yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan, menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi manusia yang tinggal di dalamnya. Indonesia sangat berkomitmen untuk dapat mencapai agenda SDGs tersebut. 

Peneliti PKMK berkesempatan mengikuti acara ini, simak laporan SELENGKAPNYA DI SINI.

HARI KESEHATAN NASIONAL

Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, menyebutkan konsumsi daun kelor mampu mencegah dan bahkan mengurangi stunting atau masalah kekurangan gizi di Indonesia.

"Kita tahu daun kelor, saya juga waktu itu pernah ditegur katanya ngurusin stunting atau ngurusin kurang gizi itu dengan daun kelor lho. (Konsumsi) daun kelor dengan kacang hijau," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Senin (12/11/2018).

Jakarta - Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukkan angka yang cukup menggembirakan terkait masalah stunting.

Angka stunting atau anak tumbuh pendek turun dari 37,2 persen pada Riskesdas 2013 menjadi 30,8 persen pada Riskesdas 2018.

Mikrobiota baik di dalam saluran cerna atau yang dikenal dengan probiotik berperan sangat penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil. Pertumbuhan dan aktivitas mikrobiota di dalam saluran cerna Si Kecil tersebut bisa ditingkatkan dengan zat nutrisi prebiotik yang baik seperti laktulosa.

Keberadaan probiotik di dalam saluran cerna sangat memengaruhi kesehatan saluran cerna Si Kecil. Selain itu, probiotik mempunyai dampak positif dalam jangka panjang terhadap kualitas tumbuh kembang Si Kecil. Berbagai penelitian membuktikan, adanya mikrobiota yang baik di dalam saluran cerna bisa mengurangi diare, nyeri perut, serta kolik dan dapat menurunkan insiden penyakit alergi serta infeksi.

Page 1 of 16