Anak-anak korban gempa Lombok rantan alami trauma. Anak-anak korban gempa Lombok rantan alami trauma. Foto: Reuters
08 August

Rentan Trauma, Dongeng Jadi Trauma Healing Anak-anak Korban Gempa

Written by 

Jakarta - Gempa dengan kekuatan 7.0 SR yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (6/8) secara otomatis bisa menimbulkan trauma bagi masyarakat NTB. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lah yang lebih rentan terkena trauma pasca terjadinya bencana alam.

Salah satu relawan dari Rumah Pohon Activity (RPA), Salma Indria akan melakukan agenda trauma healing untuk anak-anak yang menjadi korban gempa di beberapa titik di wilayah Lombok. Salah satu pendekatan Salma terhadap anak-anak adalah dengan cara mendongeng.

"Komunikasi kepada korban kan pendekatannya berbeda-beda, kalau saya menggunakan dongeng, cerita apapun bisa disampaikan untuk anak-anak. Saat mereka mau bicara tentang ketakutan yang mereka alami, berarti anak itu percaya bahwa kita menyampaikannya tulus," ujar Salma, panggilan akrabnya, Selasa (7/8/2018).

"Saya turun tangan langsung untuk terapi trauma anak-anak, kemudian saya ajarkan relawan disana agar bisa melanjutkan terapi yang sudah saya sampaikan. Kalau mereka sudah bisa berpikir logis, tandanya mereka sudah tidak depresi," imbuhnya.

Salma pun selain membantu trauma healing, ia juga bekerja sama dengan relawan lainnya untuk mendonasikan keperluan logistik para korban.

"Pasti di sana banyak korban yang terkena pilek dan demam. Saya sudah punya list obat apa saja yang diperlukan, sehingga yang mau donasi silahkan ikuti list yang sudah saya buat," anjurnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan pasokan obat untuk korban gempa di Lombok. Hingga saat ini, laporan persediaan obat-obatan masih cukup untuk penanganan pertama para korban di NTB.

"Kalau ada yang mau mendonasi obat-obatan silahkan langsung ke Kemenkes Provinsi atau Kabupaten," tutur Achmad Yurianto Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, kepada detikhealth beberapa waktu lalu.


-- https://health.detik.com/ --

Read 373 times
Rate this item
(0 votes)