Agenda Mendatang

  • ponek
  • pmahidol

Program 1.000 Hari Gerakan Kampus Mengawal Generasi

1000hPeresmian Program 1.000 hari Gerakan Kampus Mengawal Generasi dilakukan oleh Menteri Kesehatan, Nila Moeloek pada Minggu, 23 November 2014 di FK UNHAS. Turut hadir pula perwakilan WHO Indonesia, Dr Long Chun, lalu Kepala BKKBN Prof Faisal Jalal, serta Menristek dan perwakilan dari Dikti yaitu Prof Nasir. Program ini direncanakan akan menjadi program nasional. Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan model pendampingan oleh mahasiswa dirintis pertama kali oleh FK Unhas sejak tahun 2011.

Program ini ditujukan kepada ibu hamil yang termasuk dalam kategori miskin di daerah Makassar. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah karena tingginya angka kelahiran pada masyarakat golongan ini.
Melalui program ini, diharapkan angka kematian ibu dan bayi khususnya di wilayah Makassar dapat diturunkan. Selain itu, dalam program ini juga diharapkan agar kehidupan bayi/anak lebih berkualitas dan dapat memutus rantai kemiskinan serta mengangkat harkat dan martabat keluarganya. Dukungan bagi Fakultas Kedokteran Unhas untuk kesuksesan program ini diberikan penuh oleh Dinas Kesehatan Kota Makssar, BKKBN serta instansi lainnya. Mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) Unhas diwajibkan melakukan pendampingan terhadap ibu hamil di Kota Makassar.

Berdasarkan latar belakang tersebut, UNHAS bekerja sama dengan pihak terkait mendata Ibu hamil dari keluarga pra-sejahtera. Ibu hamil akan didampingi oleh satu mahasiswa kedokteran selama 1000 hari yaitu 9 bulan dalam kandungan, 365 hari pada tahun pertama, dan 365 hari pada tahun kedua. Mahasiswa fakultas kedokteran angkatan 2014 sebagai pendamping ibu hamil, angkatan 2012 sebagai mentor dan pihak supervisor sebagai pembimbing kegiatan ini. Setiap pendamping bertugas mendampingi seorang ibu hamil, dan mentor bertugas untuk mengkoordinir 5 pendamping. Sementara, pembimbing mengkoordinir 3 mentor. Sebelum pelaksanaan, terdapat pembekalan seputar 1000 hari kehidupan yang diberikan oleh para dokter yang ahli di bidangnya.

 

BKKBN dan BPJS Kesehatan untuk Program KB Indonesia

permenTahun 2014 ini Indonesia memiliki hajatan besar dan berturut-turut. Era JKN oleh BPJS Kesehatan dilaksaakan tahun ini diikuti dengan pergantian pemerintahan si akhir tahun ini. Program KB Indonesia kini memasuki babak baru di era pemerintahan Presiden Ir. Joko Widodo. Keseriusan pemerintah untuk menggalakkan kembali program KB tampak dari perubahan BKKN yang tidak lagi sebagai lembaga namun menjadi Kementrian. Sembari mengikuti rencana kementrian yang baru ini, tidak ada salahnya kita menyimak upaya yang sudah dilakukan untuk program KB di era JKN ini. Bagaimana peran masing-masing pihak untuk penyelenggaraan program KB di Indonesia? Sejak awal tahun koordinasi antara BKKBN dengan BPJS terus terjalin. Melalui salah satu paparan manfaat KB dalam JKN, pihak BPJS menegaskan bahwa BPJS Kesehatan bergerak pada demand side (akses jaminan) sementara Kementerian Kesehatan dan BKKBN pada supply side (Penyedia Provider, alat kontrasepsi). Permenkes Nomor 59 Tahun 2014 menyebutkan dengan lebih detil tentang pelayanan KB yang dicakup oleh JKN.

Koordinasi kedua lembaga ini nampak dari peran BKKBN dalam memberikan informasi dan rekomendasi tentang Faskes yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan untuk memberikan pelayanan KB di Faskes baik milik Pemerintah maupun Swasta (yang telah terdaftar) pada BPJS Kesehatan. Menyediakan dan mendistribusikan sarana penunjang pelayanan kontrasepsi ke Fasilitas Pelayanan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Menjamin ketersediaan Alat dan Obat kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan pelayanan KB ke seluruh fasilitas pelayanan yang teregistrasi dan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Undang-undang nomor Semoga adanya BPJS yang berperan dalam pelayanan KB akan membuat pemerintah terutama BKKBN dan Pemerintah daerah dapat lebih fokus dalam penggerakan program KB.

Paparan Manfaat KB dalam era JKN oleh BPJS [PDF]

Perjanjian Kerjasama antara BPJS dengan BKKBN [PDF]

 

Berita Nasional

pemerintah-aceh-target-turunkan-angka-kematian-ibu-dan-anakPEMERINTAH Aceh berharap target khusus untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi dapat tercapai demi demi terwujudnya pembangunan millenium 2015. Hal...
36
who-kampanye-global-untuk-hapuskan-campak-alami-stagnasiBadan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kampanye global membasmi campak tidak mengalami kemajuan berarti, atau bahkan bisa dikata mengalami stagnasi. WHO...
46

Berita Internasional

world-health-organization-warns-of-hidden-childhood-killerDrowning takes more than 370,000 young lives annually across the globe, making it one of the 10 leading causes of death worldwide and a silent childhood...
51
child-stunting-drops-sharply-in-india-reportIndia has been able to reduce the number of stunted children—those who are too short for their age—under five years of age by 9.1 percentage points in the...
45

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencana mjkmjk
mjkdeskes deskes dokter-ruralm  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates