Pedoman Khusus WHO untuk Pencegahan Penularan Virus Zika melalui Hubungan Seksual

Besarnya dampak negatif dari virus zika bagi kondisi bayi yang dilahirkan dari ibu yang terjangkit pada masa kehamilan membuat WHO mengeluarkan pedoman khusus bagi pasangan yang merencanakan kehamilan. Hal ini dikuatkan dengan salah satu karakteristik dari virus zika yang ternyata positif dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Dalam pedoman ini, terdapat anjuran penggunaan alat kontrasepsi dan periode tertentu untuk bisa kembali merencanakan kehamilan, yaitu selama 6 bulan setelah melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurut pedoman WHO, hubungan seksual dengan pasangan diharapkan dilakukan dengan alat kontrasepsi untuk mencegah penularan zika yang akan membahayakan kesehatan pasangan dan terutama apabila terdapat kehamilan. Sebagaimana disebutkan di artikel sebelumnya di website KIA, himbauan kemenkes bagi pasangan setelah pulang dari perjalanan ke luar negeri sejalan dengan pedoman WHO. Kepatuhan dan kewaspadaan diri perlu ditingkatkan, terutama karena penyebaran virus ini telah sampai hingga Singapura (Dhini RN dan Tiara M).
Pedoman WHO untuk Pencegahan Penularan Virus Zika Melalui hubungan Seksual:

Readmore

 

Klinik Virtual (online) untuk Pelatihan Konseling Bahaya Rokok pada Ibu Hamil

Center for Disease Control and Prevention (CDC)

Paparan rokok masih menjadi permasalahan yang belum secara signifikan tertangani. Risiko tinggi dihadapi para ibu yang merupakan perokok pasif, yaitu apabila terkena paparan asap rokok dari orang di sekitarnya termasuk suami. Peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap dari pasien diharapkan dapat mencegah dampak buruk rokok bagi keseahatan ibu dan bayi. Hal ini menuntut para praktisi kesehatan bekerja lebih keras untuk memberikan pelayanan kesehatan terutama konseling bagi bumil dan keluarga.

Untuk meningkatkan keterampilan para praktisi kesehatan dalam memberikan konseling rokok diperlukan pelatihan yang kontinyu dan efektif. Pelatihan yang terus menerus akan memberikan update informasi bagi praktisi kesehatan yang tidak hanya akan bermanfaat bagi pasien selaku konsumen namun juga bagi peningkatan kualitas sistem kesehatan. Kendala terbesar bagi klinisi adalah waktu dan sumber daya yang harus dialokasikan untuk mengikuti pelatihan. Namun, sebuah metode pelatihan konseling rokok yang efektif telah diluncurkan oleh CDC (link tersedia di bawah). Pelatihan ini disebut sebagai klinik virtual karena partisipasi dilakukan secara online melalui website dengan klinik sebagai setting pembelajaran. Adapun tool pembelajaran yang tersedia meliputi simulasi interaktif dengan pasien, mini-lectures sebagai sumber peningkatan pengetahuan, dan sumber informasi lainnya baik website maupun organisasi terkait.

Metode pelatihan sangat bermanfaat bagi praktisi menjadikan virtual klinik ini wajib dikunjungi dan digunakan sebagai salah satu sumber pembelajaran. Hal ini juga dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk mengimplementasikan program pelatihan praktisi kesehatan berbasis website yang interaktif dan yang paling penting adalah efektif. Sehingga sumber daya yang ada dapat digunakan dengan efektif. Terutama agar pelayanan pasien tidak terganggu oleh waktu yang diperlukan bagi klinisi mengikuti pelatihan.

selengkapnya

 

Ending Children Obesity

Obesitas pada anak sebagai salah satu permasalahan malnutrisi di Indonesia memerlukan perbaikan dan penanganan sesegera mungkin. Selain karena prevalensi yang meningkat, kerugian yang ditimbulkan baik bagi individu maupun populasi atau negara akan jauh lebih tinggi apabila tidak ada pencegahan dan penanganan sejak dini. Kasus obesitas anak akan berpengaruh terhadap kualitas hidup di masa dewasa.

WHO di tahun ini kembali menggunakan kata "ending" dalam memberikan rekomendasi dan guidelinenya untuk menangani kasus obesitas pada anak. Perbaikan ini tidak hanya untuk menuntut peningkatan peran orang tua, namun juga keluarga, lingkungan, tenaga kesehatan dan pemerintah. Pendekatan dengan program kesehatan yang tepat, komperhensif (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif), dan cost-effective. Kolaborasi antar tenaga kesehatan dapat mempercepat menjadi salah satu upaya percepatan penanganan obesitas pada anak. (Dhini RN & Tiara M)

selengkapnya

 

Pertemuan Sosialisasi Pergub KIA di DIY

Pada 15-16 Agustus 2016 telah digelar diskusi terkait pertemuan sosialisasi Pergub KIA di DIY. Tujuan pertemuan ini untuk menekan angka kematian ibu dan anak di DIY. Acara ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan digelar di Auditorium Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Pertemuan ini merupakan diskusi antara Dinas Kesehatan Propinsi D.I Yogyakarta dengan pegawai tenaga kesehatan di Propinsi D.I Yogyakarta dari mulai pegawai Dinas kesehatan, pegawai Puskesmas dan pegawai Rumah Sakit yang terlibat dalam program KIA untuk diskusi mengenai sosialisasi Pergub KIA di D.I Yogyakarta (manual Rujukan KIA di D.I Yogyakarta). Selengkapnya, silakan simak link berikut

selengkapnya

 

Berita Nasional

ibu-hamil-diusia-atas-35-tahun-beresiko-kadiskes-riau-periksakan-secara-rutinRiau Book - Untuk menekan angka kematia ibu dan anak saat hamil atau melahirkan maka kalangan ibu hamil di Provinsi Riau diimbau untuk rutin memeriksakan...
1
tekan-angka-kematian-ibu-dan-anak-perlu-peran-lintas-sektorGerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) bekerjasama dengan Jhpiego dan AT&T mengadakan "Lokakarya Pendekatan Human-centered Design untuk Mencari Solusi...
14

Berita Internasional

why-is-the-risk-of-death-during-pregnancy-going-up-in-the-u-sAlthough the United States recently experienced a slight drop in maternal deaths, the nation's maternal mortality rate has risen steeply since 2000 at the...
1
interoperable-health-it-infrastructure-key-to-advancing-careThe future of healthcare delivery hinges on the ability interoperable health IT infrastructure to make new and emerging data actionable.The first is a...
5

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencana mjkmjk
mjkdeskes deskes dokter-ruralm  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates