Usia Harapan Hidup Meningkat 5 Tahun Sejak Tahun 2000, Namun Kesenjangan Kesehatan Masih Terus Ada

wmdWorld Health Statistics 2016 (Monitoring health for the SDGs) - Sejak tahun 2005, World Health Statistics milik WHO merupakan salah satu sumber terpercaya untuk memantau perkembangan dunia kesehatan secara global. Salah satu analisa kritis diberikan untuk rapor baik atas kenaikan pesat usia harapan hidup dunia sebanyak 5 tahun sejak tahun 2000 hingga tahun 2005, kenaikan pertama tercepat sejak tahun 1960. Secara global, bayi yang lahir di tahun 2015 akan memiliki usia harapan hidup hingga 71,4 tahun. Namun sebagaimana dinyatakanDr Margaret Chan, Dirjen WHO, kenaikan ini tidak diikuti dengan kondisi yang merata sehingga kesenjangan masih saja terjadi.

Meski wilayah Afrika mengalami kenaikan paling drastis yaitu dari 9,4 tahun menjadi 60 tahun (kenaikan sejak tahun 1990), akan tetapi kondisi saat ini menunjukan kesenjangan yang masih signifikan untuk bayi baru lahir di dua kelompok negara yang berbeda. Laporan menunjukan bayi baru lahir di 29 negara berpenghasilan tinggi memiliki rata-rata usia harapan hidup lebih dari 80 tahun, sedangkan di 22 negara lainnya (sub sahara Afrika) hanya mencapai kurang dari 60 tahun.

Kesenjangan akses pelayanan kesehatan masih besar, baik antar negara dan bahkan di dalam satu negara. Tingkat ekonomi rendah membuat akses kesehatan lebih terbatas. Belum lagi dengan situasi pengaturan sistem kesehatan suatu negara yang masih memberikan risiko katastropik bagi mereka yang sakit dengan tingginya out-of-pocketbiaya kesehatan yang dilaporkan mencapai lebih dari 25% total belanja rumah tangga. (Dhini RN & Tiara)

Selengkapnya

  

Guidelines Management of Health Complication from Female Genital Mutilation (FGM) – WHO

Praktik sirkumsisi pada perempuan masih banyak di lakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia karena kuatnya nilai religius (di sebagian Islah dan Kristen) dan bahkan tradisi (terutama bagi jawa). Hal ini menimbulkan kontroversi tak berkesudahan dengan dunia internasional, terutama WHO. Praktek sirkumsisi yang umum dilakukan di Indonesia masuk ke dalam kategori FGM tipe 1 milik WHO. WHO menghimbau kepada tenaga kesehatan untuk tidak melakukan segala bentuk FGM yang tentunya tidak didasarkan alasan medis.

Meskipun Indonesia tidak 100% menerima definisi FGM WHO, namun guidelines penanganan kasus FGM dengan komplikasi kesehatan tetap relevan untuk diadopsi. Terutama untuk meningkatkan pemberian layanan kesehatan terhadap korban penganiayaan yang memang bertujuan dan berakibat menyakiti perempuan. Fokus dari rekomendasi dan pedoman bagi tenaga kesehatan ini antara lain memberikan (1) pencegahan dan perawatan komplikasi obstetric; (2) perawatan untuk gangguan depresi dan kecemasan; (3) konseling kesehatan reproduksi wanita. Oleh karenanya para tenaga kesehatan dapat menggunakannya untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien dengan komplikasi dari praktik FGM. (Dhini RN & Tiara)

Guidelines FGM WHO

Bacaan terkait:

 

 

Selamat Hari Bidan Se-Dunia - 5 Mei 2016

Profesi bidan merupakan profesi strategis yang menjadi pihak terdekat dengan para ibu dan anak terutama pada proses kelahiran. Profesi ini sangat besar perannya terutama di negara berkembang seperti Indonesia yang masih banyak memilki daerah rural dan tertinggal. Bidan menjadi garda terdepan dalam segala upaya penurunan angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi.

Peningkatan kualitas para bidan menjadi salah satu faktor kunci bagi tercapainya perbaikan di bidang kesehatan ibu dan anak. USAID melalui salah satu publikasinya mengangkat para bidan yang inspiratif seperti Fibra Hashimi dari Afghanistan dll. Seorang bidan, Tatik, juga menjadi salah satu bidan yang menginspirasi karena telah membantu lebih dari 100 kelahiran bayi dan memastikan kesehatan para ibunya. Simak lebih lanjut kisah inspiratif representatif bidan Indonesia yang telah diangkat kontribusinya oleh masyarakat international melalui USAID. (Dhini RN & Tiara)

Selengkapnya

 

Reduced Disparities in Birth Rates Among Teens Aged 15–19 Years — United States, 2006–2007 and 2013–2014

Permasalahan kehamilan remaja masih menjadi pekerjaan besar dan belum menemukan intervensi strategis dalam penanganannya di Indonesia. Negara Amerika juga tengah berjuang menurunkan kasus ini. Di jurnal yang ter-link di bawah artikel ini menyebutkan bahwa selama periode 2006 hingga 2014 kasus kehamilan remaja telah menurun sebanyak 41%.

Meski menurun secara signifikan, kesenjangan nilai penurunan terjadi pada perbandingan antar ras dan latar belakang sosial ekonomi. Upaya yang masih dilakukan hinga saat ini dalam mengintegrasikan determinan sosial kesehatan ke dalam program pencegahan kehamilan remaja menjadi upaya strategis yang dirasa tepat dalam permasalahan kesenjangan antar golongan. Strategi yang diterapkan di Amerika dengan penduduk yang beragam cukup menjadikan negara ini relevan untuk situasi Indonesia yang sejauh ini memerlukan banyak perbaikan yang harus lebih signifikan. Intervensi di tingkat masyarakat menjadi salah satu kunci penurunan kasus yang seharusnya jauh lebih kuat di Indonesia. (Dhini RN & Tiara Marthias)

selengkapnya

 

International Conference on Family Planning 2016

fpbali

Konferensi internasional Keluarga Berencana tahun 2016 sedang diselenggarakan di Nusa Dua Bali dari tanggal 25 – 28 Januari 2016. Agenda Konferensi Keluarga Berencana ini mundur yang seharusnya diagendakan pada setelah bulan November tahun 2015 karena meletusnya salah satu Gunung Berapi di Jawa Timur .
Konferensi Internasional Keluarga Berencana ini diikuti oleh 4.378 peserta dari 114 negara. Tidak terbayangkan bukan berapa banyak rekan-rekan yang memperjuangkan keluarga berencana dari negara-negara di belahan dunia ikut berpartisipasi di konferensi KB di Bali.

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM dan di dukung oleh berbagai mitra berkesempatan mengikuti konferensi KB ini. Beberapa berita terkait dengan penyelenggaran Konferensi ini akan dilaporkan dalam bentuk reportase yang dapat dibaca dalam website ini.

klik disini 

 

Berita Nasional

waspadai-hipertensi-pada-anak-anakHipertensi ternyata tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Kisaran penyakit yang tidak memiliki gejala ini yaitu, 1-2 persen. "Banyak...
86
buat-infak-persalinan-bidan-beji-turunkan-angka-kematian-ibu-dan-anakBidan Koordinator Puskesmas Kecamatan Beji, Denis Nofikasari membuat sebuah inovasi dalam membantu ibu hamil saat proses persalinan. Hal yang dilakukan...
75

Berita Internasional

delayed-prenatal-care-maternal-smoking-lead-to-perinatal-complications-in-preterm-infantsInfants who are at an increased gestational age when their mothers initiate prenatal care have dysregulated blood cortisol levels and an increased risk of...
30
decline-in-maternal-mortally-rate-in-islesZANZIBAR has marked the International Day of the Midwife (IDM) with success in reducing maternal mortality from 285/100,000 in 2011 to 187/100,000 live...
100

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencana mjkmjk
mjkdeskes deskes dokter-ruralm  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates