Agenda Mendatang

  • ponek
  • pmahidol

Pengantar 13 Oktober 2014

Tools : Test of Succes for The SDGs

Periode MDGs akan berakhir di tahun 2015 mendatang dan akan dilanjutkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Open Working Group of Sustainable Development Goals telah mempublikasikan 17 Goals dalam SDGs Outcome Document. Beberapa poin yang menjadi perhatian para pemerhati kesehatan terutama Kesehatan Ibu Anak (KIA) adalah dimanakah goals tentang KIA akan dituangkan dalam SDGs ini. Berbeda dengan MDGs, goal untuk sektor kesehatan dilebur dalam satu poin saja, yaitu pada Tujuan 3: Memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua usia.

Dimanakah Angka Kematian Ibu/AKI dan AKB? Tertuang pada tujuan 3.1 pada tahun 2030 mengurangi angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup dan tujuan 3.2 tahun 2030 meniadakan terjadinya kematian bayi yang baru lahir dan balita yang dapat dicegah. Pencanangan goal sektor kesehatan dalam salah satu poin saja menimbulkan sedikitnya dua reaksi yang berlawanan. Salah satu pihak berpendapat ini merupakan kemunduran karena besarnya kekhawatiran prioritas penanganan masalah akan menurun. Sedangkan di pihak lain, menilai ini merupakan kemajuan dalam memajukan kondisi negara secara komprehensif .

Perbaikan sektor kesehatan diharapkan tidak terkotak pada pencapaian tujuan tunggal tetapi juga menjadi hasil dari pencapaian tujuan pada sektor lainnya. SDGs diharapkan akan meningkatkan kerja sama lintas sektor suatu negara. Indonesia melalui Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (KUKPRI-MDGs) menunjukkan dukungan atas pendapat ini. Selain daftar goal SDGs, terdapat salah satu tool yang menarik untuk dicermati. Test of Success for The SDGs menjadi salah satu tool yang diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan dalam merumuskan goal yang akan dicapainya. Termasuk di dalamnya, membantu membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, melalui lima sektor yang menjadi fokus, yaitu: meningkatkan kesadaran, meningkatkan keterlibatan, memberdayakan pemangku kepentingan, koordinasi advokasi dan memperkuat tata kelola. Tool ini membuat perencanaan lebih transparan sehingga dapat membuat pengambil keputusan lebih memperhitungkan hasil akhirnya. 

Selengkapnya

http://sustainabledevelopment.un.org/focussdgs.html 

 

Reportase: Rapid Assesment Pengembangan Model Sistem Rujukan Penanganan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di Kabupaten Jayapura

capeSistem rujukan pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang akan memberikan dampak pada penurunan angka kematian ibu dan bayi akibat keterlambatan dalam penanganan kegawatdarutaran,. Upaya ini perlu didukung oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dengan bantuan dana hibah UNFPA akan mengembangkan mekanisme strategi rujukan Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri Maternal dan Neonatal yang akan disesuaikan dengan kondisi lokal di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Selengkapnya

 

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencana mjkmjk
mjkdeskes deskes dokter-ruralm  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates