Agenda Mendatang

Memasak Mandiri untuk Perbaikan Status Gizi Anak

Masa pertumbuhan dan perkembangan pada anak menjadi kunci dari keberhasilan generasi di masa depan. Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia sedang mengalami beban ganda pada permasalahan nutrisi, tidak terkecuali pada anak-anak. Pada pengantar website KIA minggu lalu, sekitar tiga hingga empat dari sepuluh anak Indonesia mengalami Stunting. Sedangkan di sisi lain jumlah anak yang mengalami obesitas juga terus meningkat. Sehingga, perbaikan gizi untuk tingginya kasus malnutrisi anak Indonesia dapat dimulai dari intake sehari-hari.

Rumah menjadi kunci pengendalian intake pada anak dimana peran orang tua sangat besar dalam upaya ini. Bagaimana kualitas intake anak dapat diatur oleh orang tua, salah satunya dengan memberikan masakan rumahan yang terjaga kualitasnya. Pencegahan dan upaya perbaikan terbaik pada kasus malnutrisi yaitu dengan perbaikan life style terutama asupan. Namun, hal ini memiliki kendala karena selama ini jajan menjadi agenda makan yang lebih menyenangkan bagi anak daripada makan masakan rumahan. Ini menjadi tantangan bagi orang tua, terutama jika selama ini dibantu oleh pembantu rumah tangga.

Melalui sebuah course dengan link berikut (https://www.coursera.org/learn/childnutrition/outline?module=u28df), diharapkan para orang tua dapat termotivasi dan tidak lagi merasa sulit dalam mengatur intake anak terutama dalam menyajikan makanan rumahan yang bergizi.

 

Akhiri Stunting Masih menjadi Komitmen Tahun 2015

Faktor yang Mempengaruhi Stunting, Sumber: http://mca-indonesia.go.id 
Stunting atau anak pendek menjadi salah satu manifestasi gizi kurang pada anak yang belum tertangani dengan maksimal di Indonesia. Data Riskesdas 2013 menunjukan tingkat stunting Indonesia masih pada 37,4% yang artinya 3-4 dari 10 anak di Indonesia mengalami stunting. Kondisi stunting bukanlah kondisi yang dapat diperbaiki sehingga pencegahan menjadi satu-satunya pilihan untuk menghentikan bertambahnya jumlah anak dengan stunting. Sebagian besar penyebab stunting adalah kekurangan gizi atau sakit dalam waktu yang lama di masa usia 1000 hari pertama kehidupan. Hanya sebesar 5% dari kasus stunting yang disebabkan oleh faktor genetik.

Kecukupan gizi pada 1000 hari pertama menjadi masa penentu bagi seorang anak. Upaya penjangkauan oleh tenaga kesehatan tidak cukup mengingat status gizi ini memiliki perjalanan kasus yang lama hingga memunculkan tanda klinis yaitu anak pendek. Terkadang tanpa disertai gangguan kesehatan sehingga tidak disadari oleh keluarga. Oleh karena itu, pemahaman kasus kurang gizi terutama stunting perlu dimiliki oleh masyarakat baik kader kesehatan maupun orang tua anak. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam membantu penanggulangan masalah gizi melalui Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Hal ini bertujuan agar masyarakat mampu mengatasi secara mandiri dalam melakukan kegiatan pencegahan dan mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan untuk ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan setempat.

selengkapnya

 

Bridging The Gap: Using An Interrupted Time Series Design to Evaluate Systems Reform Addressing Refugee Maternal and Child Health Inequalities

image001 1 

Kesenjangan kesehatan tidak hanya menjadi masalah di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara seperti Australia yang memiliki keanekaragaman populasi yang tinggi. Di negara maju seperti Australia, risiko kematian dan kesakitan maternal dan perinatal paling tinggi dialami oleh populasi yang rawan status sosial ataupun ekonomi. Data dari Australia menunjukkan bahwa wanita dengan status imigran memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian janin, bayi lahir mati maupun kematian ibu dibandingkan dengan wanita-wanita yang lahir di Australia.

Salah satu publikasi terbaru mengenai upaya pengentasan kesenjangan kesehatan di Australia adalah protokol studi quasi-eksperimental untuk mengevaluasi program Bridging the Gap. Program ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan bagi keluarga dengan latar belakang imigran dan meningkatkan kapasitas organisasi dan sistem agar dapat mengatasi faktor risiko yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Program ini merupakan kerjasama dari sebelas organisasi yang mencakup pelayanan kesehatan, pemerintahan, serta penelitian.

Protokol studi ini dapat memberikan pengetahuan tambahan bagi para praktisi kesehatan masyarakat dalam mengevaluasi implementasi program kesehatan secara time series untuk melihat dampak program terhadap kesehatan ibu dan anak serta masyarakat. Untuk membaca artikel ini secara lengkap, silakan klik link berikut

klik disini

 

Launching Buku Inovasi KIA

janeLaunching Buku Inovasi KIA resmi telah terselenggara pada 18 Maret 2015. Bertempat di Ruang Senat Gedung KPTU Lantai 2 dengan Pembukaan oleh dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, SpOG(K), PhD. Diikuti dengan sesi yang menarik karena menghadirkan kalangan akademisi, praktisi kesehatan hingga pemangku kepentingan. Pihak kementrian kesehatan yaitu dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc. (Direktur Bina Kesehatan Anak, Kementerian Kesehatan RI) juga hadir sebagai pembahas Buku Inovasi KIA. Pemerintah Daerah Provinsi DIY dan Kota Balikpapan turut hadir.

Buku Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada semua pihak untuk emlakukan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan terutama di bidang KIA. Selain itu, pendampingan oleh pihak eksternal dan keterlibatan perguruan tinggi diperlukan bagi pemda untuk menangani permasalahan di daerahnya. Reportase acara Seminar Bedah Buku Inovasi KIA dapat anda simak pada link di bawah ini. Sebagai tindak lanjut dari seminar bedah buku ini, dibuka forum diskusi inovasi KIA bagi peserta seminar dan para pemerhati webiste www.kesehatan-ibuanak.net  Diskusi ini akan membahas berbagai inovasi di bidang KIA, terutama yang terdapat pada Buku. Diskusi tidak hanya ditujukan kepada para kontributor buku melainkan juga kepada para pembahas. Hasil diskusi akan diberikan feedback secara berkala.

Materi dan Reportase

Link Download full Buku Inovasi KIA

 

Berita Nasional

idi-setiap-1-jam-wanita-meninggal-akibat-kanker-serviksSurvei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukan angka kematian ibu (AKI) mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup. Dari sekian kasus...
3
dosen-kesehatan-masyarakat-kampanye-gizi-ibu-bayi-lewat-bukuGizi ibu dan bayi saat ini menjadi fokus pembangunan kesehatan masyarakat seiring tujuan global pembangunan yakni Millenium Development Goals (MDGs)....
26

Berita Internasional

pakistan-building-capacity-to-ensure-maternal-and-child-health-needs-can-be-met-in-a-sustainable-waySince the 1990s, Pakistan has reduced its maternal mortality ratio by 50 per cent and infant mortality ratio by 30 per cent. However, it still remains off...
14
does-maternal-healthcare-deliver-in-your-part-of-the-worldAsk any parent about the day their child was born, and they'll have a story to tell. More than 360,000 children are born globally each day, but mothers'...
41

Website Terkait

mrsmpkkmrsbencana mjkmjk
mjkdeskes deskes dokter-ruralm  aids2

Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates