|
pengantar 20 - 25 mei 2013 |
Diskusi Hasil AMP Penyebab Kematian Ibu dan Anak di Tingkat Kab/Kota se-DIY
Telah berlangsung pertemuan forum diskusi KIA yang membahas hasil AMP dan rekomendasi penyebab kematian ibu dan anak di tingkat Kab/Kota se-DIY. Acara tersebut dilaksanakan hari ini (20/3/2013) di Ruang 301 IKM baru lantai 3 FK UGM pada pukul 12:00-16:00 WIB. Acara ini dihadiri oleh tim ahli KIA yaitu dr. Spesialis Obgyn dan Dinas Provinsi DIY. Sementara, narasumber pada pertemuan ini adalah dr. Rukmono Siswishanto.
Menurut Rukmono, data kematian DIY jika dilihat dengan menggunakan data absolut meningkat namun jika dihitung secara ratio kematian menurun. Kemudian, terjadi kematian karena penyebab tidak langsung, dari hasil analisis kematian AKI dan AKB 59 persen bisa dicegah. Catatan penting yang disampaikan oleh dr. Rukmono yaitu ada 4 area perubahan yang diperlukan yaitu : 1) Kebijakan (policy), 2) administrasi, 3) Praktik klinik dan 4) pendidikan pre service dan pelatihan. Simak informasi selengkapnya silahkan
Bacaan Baru: Social Determinants of Health
Minggu ini WHO meyelenggarakan pertemuan World Health Assembly yang ke-66. Salah satu agenda adalah mengenai social determinants of health. Silahkan simak laporannya http://bit.ly/11YR8ew dengan judul 'Social Determinants of Health in The Assessment of Global Needs for Health'.
Disamping itu, ada berbagai topik yang akan dibahas minggu ini di Geneva, silahkan simak melalui Link berikut,
|
Mapping KIA |
Pemetaan Intervensi KIA di Kabupaten/Kota
Sejak tahun 2009, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM telah mengembangkan berbagai program intervensi inovasi di dalam KIA secara komprehensif. Salah satu kegiatan innovatif untuk mengurangi kematian ibu & anak yaitu dengan melakukan Pemetaan Intervensi di sebuah kabupaten/kota dengan menggunakan pendekatan continuum of care dari hulu ke hilir yang diukur hasilnya dengan angka absolut kematian bayi dan ibu. Pendekatan ini dimulai dengan memetakan permasalahan yang terjadi di masyarakat sampai ke rumahsakit (Lihat sebelah kiri, berwarna Oranye).
Dari permasalahan tersebut, dengan menggunakan metode akar permasalahan, akan dicari intervensi sesuai dengan permasalahannya (Sebelah kanan). Intervensi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar:
- Intervensi kegiatan langsung ke masyarakat (berwarna hijau tua), dan
- Intervensi berupa penguatan sistem manajemen dalam program (berwana biru tua).
Intervensi kelompok pertama mengacu ke artikel di Lancet seperti intervensi di masyarakat secara terjadual, intervensi keluarga, dan intervensi klinik sampai ke RS PONEK.
Pemetaan intervensi ini bertujuan agar kebijakan dan program KIA di sebuah kabupaten dapat dijalankan secara komprehensif dan mempunyai besaran kebijakan yang sesuai dengan permasalahan. Oleh karena itu icon intervensi dilambangkan sebagai sebuah tombol yang dapat diputar. Dengan meng Klik tombol-tombol tersebut, anda dapat melakukan penilaian sendiri akan intensitas program dan keadaan sistem manajemen sesuai kecocokan dengan masalah. Silahkan klik.
|
Permasalahan Intervensi |
|||||||||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||||||||
|
berita dan Artikel KIA |
Topik Kesehatan Ibu Anak
|
Bacaan Baru: Maternal Health is Women's Health
|
|
Penguatan Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan dengan Pergub DIY Nomor 59 tahun 2012
|
Topik Kesehatan Ibu Anak
|
Kesehatan Reproduksi dan "Gagalnya" Program Keluarga Berencana
|
|
|























Pada tanggal 23 dan 24 April 2013 di hotel Santika telah dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Gubernur DIY Nomor 59 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan sistem rujukan pelayanan kesehatan.
Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 240 juta populasi dan dalam 10 tahun lagi, angka ini akan naik menjadi 273 juta pada tahun 2025. Angka fertilitas Indonesia kini berada di angka 2,6
Yogyakarta-PKMK. Gizi buruk pada anak bisa terjadi dalam dua bentuk baik berupa kurang gizi maupun gizi berlebih. Bulan ini UNICEF mengeluarkan laporan status gizi global yang menyebutkan bahwa sekitar 7,5 juta balita (36%) di Indonesia mengalami stunting atau pendek untuk usia pertumbuhan.














