aSM-KIA

Petunjuk Suplementasi Zat Besi bagi Ibu Pasca Melahirkan – WHO

suplementasi-kia

Micronutrients menjadi semakin penting perannya bagi wanita pada masa kehamilan hingga pasca melahirkan. Suplementasi zat besi adalah salah satu yang paling penting diberikan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dengan mencegah anemia. Keterlambatan penanganan kekurangan zat besi atau anemia pasca melahirkan, dapat berakibat jangka panjang terhadap status kesehatan ibu dan bayi. Namun, kadar suplemen yang tepat penting untuk diketahui, bukan hanya oleh ibu atau tenaga kesehatan, namun juga pemerintah selaku pengelola program kesehatan negara.

WHO dalam guideline terbarunya kembali memperbaharui dosis dan tata laksana pemberian suplemen zat besi yang ditetapkan berdasarkan update penelitian terbaru. Di dalam guideline ini, kebijakan masing-masing negara juga dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan terhadap pemberian suplementasi. Pemberian suplementasi yang efektif tidak hanya berkaitan dengan dosis namun juga waktu dan cara pemberian yang tepat akan meningkatkan outcome, yaitu meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Selain itu, intervensi yang efektif juga akan meningkatkan efisiensi penggunaan dana program kesehatan oleh pemerintah.

(Dhini RN & Tiara M)

Link

Rekap Perjalanan Kesehatan Ibu dan Anak Dunia oleh WHO

who-kia2016

WHO merekap perkembangan dari upaya perbaikan kesehatan ibu dan anak (KIA) dunia di tahun 2016 yang dipublikasikan melalui website resminya. Beberapa isu penting yang diangkat yaitu, tetanus pada maternal dan neonatal di wilayah Asia Tenggara, upaya menghentikan penularan HIV dan syphilis dari ibu kepada bayi. Sebagian besar masalah kesehatan ibu dan anak belum tuntas selesai di tahun 2016. Upaya perbaikan harus ditingkatkan di tahun 2017. Rekap 2016 oleh WHO ini dapat bermanfaat bagi Indonesia untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan upaya penanganan permasalahan KIA. (Dhini RN & Tiara M)

Review 2016 oleh WHO:

klik disini

Tools WHO untuk Kasus Kematian ibu dan Anak

klik disini

Tes HIV Mandiri Untuk Menjangkau Hidden Cases

Salah satu kendala penanganan penyakit HIV adalah terlambatnya diagnosa karena kurangnya akses pelayanan diagnosa di fasilitas kesehatan (faskes). Selain itu, stigma negatif terhadap penyakit ini juga membuat enggan masyarakat untuk melakukan diagnosa di faskes. Diagnosa dini perlu dilakukan terutama pada ibu hamil sebagai kondisi penting yang perlu diketahui dalam proses persalinan dan menyusui. Sayangnya, kebijakan tes HIV bumil di Indonesia masih memiliki celah untuk sang ibu atau pasien menolak melakukan tes HIV. Tenaga kesehatan wajib menawarkan tes HIV, namun kesediaan sang ibu (suka rela) yang menentukan dilakukannya tes HIV. Keengganan yang serupa juga terjadi di berbagai negara lainnya.

Sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan cakupan tes HIV, WHO baru-baru ini menggalakan tes HIV mandiri. Terdapat dua jenis tes yang dapat dilakukan di rumah yaitu usap mulut dan tes darah. Tes melalui darah di sini serupa dengan tes gula darah sesaat yang mulai familiar di masyarakat. Melalui tes mandiri ini diharapkan masyarakat dapat lebih dini mengetahui diagnosa HIV dan segera mendapat perawatan kesehatan seperti terapi antiretroviral. Berikut ini terdapat link sosialisasi WHO untuk alat tes HIV mandiri (Dhini RN & Tiara M).

Tes HIV Mandiri – WHO:

klik disini

HIV Self Testing Video:

klik disini

 

Berita Nasional

bisa-jadi-3-kondisi-ini-adalah-gejala-kanker-pada-anakKanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Kanker yang terjadi pada anak dan orang dewasa ternyata berbeda. Dokter spesialis anak...
7
menyusui-turunkan-risiko-hipertensiHipertensi atau tekanan darah tinggi kini menjadi penyakit dengan usia penderita yang kian memuda. Namun, para ibu yang menyusui bayinya minimal 1...
18

Berita Internasional

attention-to-infant-maternal-healthFirst, the good news: 37 babies died for every 1,000 that were born in 2015, two better than the government's projections of an infant mortality rate...
97
maternal-mortality-rate-in-iran-far-below-un-sdg-targetLow maternal mortality rate is one of the indicators of development in each country, Safieh Shahriari-Afshar, said. She said the average global maternal...
124
WEBSITE TERKAIT:   mrsmpkkmrsbencana mjkmjkmjkdeskes deskes rural  aids2
Download Free Designs http://bigtheme.net/ Free Websites Templates